Sejarah Jalan Malioboro dan Kawasan di Sekitarnya

no-image-2053
Sejarah Jalan Malioboro dan Kawasan di Sekitarnya

Jogja mungkin sekarang mulai identik dengan Malioboro. Dan setiap orang yang ke Jogja pasti akan menyempatkan untuk datang ke malioboro ini. Tahukah anda sejarah jalan malioboro ini?

Untuk mengetahui sejarah jalan malioboro yang membentang dari utara keselatan dari stasion tugu ke kantor pos ini, Kita harus memutar mesin waktu dan kembali ke abad 17 atau abad ke 18 tepatnya pada tahun 1755 dimana sri sultan hamengkubuwono I mengangkat kapiten seorang Cina, Tan Jin Sing, pada tahun 1755. Nama Jawanya, Setjodingrat, dan tinggal di ndalem Setjodingratan (kini terletak di sebelah timur Kantor Pos Besar). Sejak sekitar tahun 1916, kawasan Malioboro sebelah selatan dikenal sebagai pemukiman Pecinan di Yogyakarta, yang ditandai dengan rumah-rumah toko yang menjual barang-barang kelontong, emas dan pakaian.

Kawasan ini kian ramai setelah Kraton membangun Pasar Gedhe (kini Pasar Beringharjo), yang beroperasi sejak 1926. Kawasan Pecinan mulai meluas ke utara, sampai ke Stasiun Tugu (dibangun pada 1887) dan Grand Hotel de Yogya (berdiri pada 1911, kini Hotel Garuda). Malioboro menjadi penghubung titik stasiun sampai Benteng Rusternburg (kini Vredeburg) dan Kraton. Rumah toko menjadi pemandangan lumrah di sepanjang jalan ini . Karena itu, secara kultural, ruang Malioboro merupakan gabungan dua kultur dominan, yakni Jawa dan Cina

Demikianlah sekelumit cerita atau sejarah dari jalan malioboro dan kawasan di sekitarnya. Jadi sekarang anda tidak hanya tahu malioboro jaman sekarang saja tapi anda juga mengetahui malioboro jaman dulu.


Hubungi Sejarah Jalan Malioboro dan Kawasan di Sekitarnya


Your Name *
Your Email *
Your Phone
Your Message *
What is the sum of: *



Category


ToolBox

2,893 Views

0 Comments

Print this page

Add Favorites


Comments

Tuliskan Komentar Anda


ToolBox
  • August 13, 2012 5:16 am